Karakteristik Bahan Dinnir dan Jenis-Jenisnya

Karakteristik Bahan Dinnir dan Jenis-Jenisnya

Karakteristik bahan dinnir cukup kuat dan bagus untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan tas. Bahan ini sering digunakan untuk bahan dasar pembuatan tas ransel. Alasannya adalah karena bahan dinir terkenal sebagai bahan yang ringan dan kuat. Tak heran banyak perusahaan konveksi tas yang menjadikan bahan ini sebagai bahan utama pembuatan produk tas mereka.

Bahan dinir sendiri sebenarnya masih termasuk ke dalam bahan Polyester. Karakter bahannya juga tak berbeda jauh dengan bahan PE. Jadi, tas dengan bahan dinir juga sangat tahan air. Tak hanya itu, harga bahan ini juga cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan bahan tas lainnya. Jadi, jika pabrik tas Bandung menggunakan bahan ini, mereka bisa membuat tas yang ringan, kuat, tahan air, dan juga sangat terjangkau.

Bahan D300
Bahan D300

Untuk Anda yang masih baru dalam industri tekstil, bahan dinir ini juga mempunyai banyak jenis. Masing-masing memiliki karakternya sendiri-sendiri. Simak jenis-jenis bahan dinir berikut ini.

Bahan Dinir D300

Jenis bahan dinir yang satu ini sangat umum dijadikan sebagai bahan pembuatan tas. Karakteristik bahan dinnir ini adalah mempunyai tekstur yang halus, serat yang lebih kecil, dan juga tebal. Karena mempunyai serat yang kecil dan lebih rapat, bahan ini lebih kuat dan tidak mudah sobek. Itulah alasan mengapa bahan ini banyak dipakai untuk pembuatan tas.

Bahan Dinir D420

Bahan dinir D420 ini adalah bahan yang paling tipis apabila dibandingkan dengan jenis bahan dinir lain. Karena tipis, bahan ini sangat tidak cocok untuk dijadikan sebagai bahan utama pembuatan tas, terutama tas ransel. Bahan dinir D420 kurang kuat untuk menahan beban berat. Jika tetap memaksakan bahan ini untuk dijadikan bahan pembuatan tas, dikhawatirkan tas akan mudah sobek dan kualitasnya jadi sangat jelek.

Bahan Dinir D600

Karakteristik bahan dinnir yang satu ini tak berbeda jauh dengan D420. Bahan Dinir D600 juga tipis. Hanya saja, D600 ini lebih kaku. Meskipun begitu, bahan ini tidak begitu disarankan untuk pembuata tas ransel. D600 mempunyai masalah pada serat kain yang mudah kerut dan mudah pecah sehingga sangat rawan jika dijadikan sebagai bahan utama tas ransel.

Bahan Dinir D1050

Untuk bahan D1050, karakteristik bahannya cukup tebal, serat kainnya juga rapat dan kaku. Meskipun begitu, bahan ini cukup baik untuk dijadikan sebagai bahan tas. Bahan Dinir D1050 ini sebenarnya sering dijadikan sebagai bahan tambahan untuk tas koper.

Bahan Dinir D1680

Selanjutnya ada juga bahan Dinir D1680. Jenis bahan dinir ini mempunyai ketebalan yang cukup baik. Bahan ini menjadi bahan yang paling pas untuk dijadikan sebagai badan dasar pembuatan tas ransel atau tas jinjing. Untuk bahan dinir jenis ini, ada juga pilihan bahan polyester dan nylon.

Bahan Dinir D1800

Jenis bahan dinir yang terakhir adalah D1800. Karakteristik bahan dinnir yang satu ini adalah paling tebal di antara yang lainnya. Bahan ini juga lebih kaku. Karakteristiknya yang tebal dan kaku ini kurang cocok untuk dijadikan sebagai bahan tas. Tak banyak pabrik tas yang menggunakan bahan ini untuk membuat tas mereka.

Demikian adalah penjelasan mengenai Karakteristik bahan dinnir sesuai dengan jenisnya. Di dalam industri tekstil, ternyata ada banyak sekali jenis bahan dinir. Untuk Anda yang belum pernah sama sekali berkenalan dengan bahan ini, sebaiknya segera kunjungi pabrik tas untuk berkonsultasi. CV Oscas Indonesia bisa dijadikan partner terbaik untuk kebutuhan pembuatan tas Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *